PENGORGANISASIAN
DAN REVISI PESAN PESAN BISNIS
Oleh
HANIFAH
FEBRILLA 14214761
MAYA
NURSAKINAH 16214507
Kelas
4EA27
JURUSAN/PROGRAM
STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam suatu organisasi,
pesan-pesan yang disampaikan oleh pemimpin kepada para bawahan, terkadang tidak
terorganisasi dengan baik. Hal ini menyebabkan pesan-pesan yang disampaikan
tidak mengenai sasaran atau hasilnya tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki.
Dengan mengatur ide-ide secara logis, berurutan, dan tidak bertele-tele, ide
yang disampaikan akan dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan informasi, motivasi,
maupun praktis bagi audiens.
Mengorganisasi pesan-pesan secara
baik adalah seuatu keharusan dan menjadi tantangan bagi komunikator. Beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam mengorganisasi pesan-pesan yang baik yaitu
subjek dan tujuan harus jelas, semua informasi harus berhubungan dengan subjek
dan tujuan, ide-ide harus dikelompokan dan disajikan dengan cara yang logis,
semua informasi yang penting harus sudah tercakup.
Revisi dalam organisasi atau
perusahaan sangat diperlukan agar pesan-pesan bisnis yang telah direncanakan
dan dibuat tersebut dapat ditinjau ulang atau disempurnakan untuk menghindari
terjadinya kesalahan ketik atau kekurangan lainnya, sehingga sesuai dengan
maksud dan tujuan yang dikehendaki. Menulis pesan-pesan bisnis sangat berbeda
dengan menulis pesan-pesan yang bersifat pribadi. Dalam menulis pesan-pesan
bisnis yang baik diperlukan proses pemikiran, tenaga, dan waktu yang cukup.
Akan berbahaya apabila penyampaian pesan-pesan bisnis cenderung dilakukan
secara asal-asalan dan ceroboh, baik dari sisi substansi isi pesan maupun
format penulisannya.
Keterampilan dalam merevisi
pesan-pesan bisnis sangat diperlukan oleh para pelaku bisnis agar maksud dan
tujuan yang dikehendaki bisa sesuai dengan apa yang direncanakan. Pemilihan
kata yang tepat dan pengembangan paragraf yang efektif sangat diperlukan dalam
pembuatan revisi pesan-pesan bisnis yang efektif.
Berdasarkan latar belakang diatas
maka penulisan ini bermaksud untuk membahas tentang “PENGORGANISASIAN DAN
REVISI PESAN PESAN BISNIS”.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun
rumusan masalah adalah sebagai berikut:
- Apa saja yang menyebabkan pesan-pesan tidak
terorganisasi dengan baik?
- Hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian
pesan-pesan bisnis?
- Bagaimana keterampilan merevisi pesan-pesan
bisnis?
- Bagaimana pemilihan kata yang tepat dalam
merevisi pesan-pesan bisnis?
- Bagaimana cara membuat kalimat yang efektif dan
mengembangkan paragraph?
1.3 Tujuan Penulisan
- Untuk mengetahui apa saja yang menyebabkan
pesan-pesan tidak terorganisasi dengan baik.
- Untuk mengetahui hal apa saja yang perlu
diperhatikan dalam pengorganisasian pesan-pesan bisnis.
- Untuk mengetahui bagaimana keterampilan
merevisi pesan-pesan bisnis.
- Untuk mengetahui pemilihan kata yang tepat
dalam merevisi pesan pesan bisnis.
- Untuk mengetahui cara membuat kalimat yang
efektif dan mengembangkan paragraph.
BAB II
TELAAH PUSTAKA
2.1 Telaah Pustaka
Revisi pesan-pesan bisnis
Pesan bisnis digunakan dalam
kegiatan bisnis, seperti perdagangan, perindusterian dan usaha jasa. Berbagai
kegiaan pada tahap revisi pesan adalah menyunting pesan, menulis ulang pesan,
memproduksi pesan, dan mencetaj pesan. Beberapa hal yang harus ditelaah ulang
adalah isi maupun pengorganisasiannya, gaya bahasa yang dipakai, susunan
bahasanya serta format penulisannya. Untuk penggunaan kata hjendaknya memilih
kata yang sudah dikenal, singkat dan menghindari kata-kata yang bermakna ganda.
Setelah tahapan perencanaan, pengorganisasian
dan pembuatan pesan-pesan bisnis dilakukan langkah selanjutnya adalah melakukan
perbaikan (revisi) terhadap pesan-pesan bisnis. Revisi ini diperlukan agar
pesan-pesan yang telah direncanakan dan dibuat dapat ditinjau ulang, untuk
menghindari kemungkinan adanya kesalahan atau kekurangan, sehinggan sesuai
dengan yang dikehendaki.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Hal Yang Menyebakan Pesan
Tidak Terorganisasi Dengan Baik
Kadang kala pesan yang disampaikan
oleh pemimpin tidak terorganisasi dengan baik, hal ini bisa saja terjadi
disebabkan ole beberapa hal:
- Bertele-tele
Pesan
pembuka awal sebuah surat terlalu panjang menyebabkan pembaca memerlukan waktu
yang cukup lama untuk memahaminya.
- Memasukkan bahan-bahan yang tidak relevan
Penyampaian
informasi yang tidak relevan hanya membuang waktu, sehingga pesan-pesan yang
disampaikan tidak jelas dan sulit dipahami. Untuk itulah kita menyampaikan
informasi yang relevan saja kepada audiens.
- Menyajikan Ide-ide secara tidak logis
Hal
ini menyebabkan komunikasi antara komunikator dengan audiens akan sulit untuk
dipahami. Untuk itu, penyampaian ide juga harus dapat diterima oleh logika kita
agar tidak terjadi pemahaman bermakna lain.
- Informasi penting kadang kala tidak tercakup di
dalam pembahasan
Bahan
yang seharusnya menjadi topik bahasan terabaikan oleh karena pembahasan hal-hal
yang hanya bersikap sebagai pelengkap atau pendukung saja, sehingga poin
penting dari bahasan tak tersampaikan.
3.2 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam
Pengorganisasian Pesan Pesan Bisnis
Untuk mengorganisasikan pesan-pesan
bisnis yang baik, ada empat hal yang perlu diperhatikan:
- Subjek dan tujuan haruslah jelas.
- Semua informasi harus berhubungan dengan subjek
dan tujuan.
- Ide-ide harus dikelompokkan dan disajikan
dengan cara yang logis.
- Semua informasi yang penting harus sudah
tercakup.
Apabila pengorganisasian yang baik
ini sudah dilakukan maka kita akan memperoleh manfaat seperti:
a)
Membantu
audiens memahami suatu pesan, dengan mengemukakan poin-poin penting secara
jelas, menyusun ide yang logis dan runtun, informasi yang relevan, audiens
dengan mudah dapat memahami maksud/tujuan pesan.
b) Membantu
audiens menerima suatu pesan, pengorganisasian pesan-pesan yang baik di samping
membantu audiens dalam memahami maksud pesan, juga membantu audiens untuk dapat
menerima isi pesan tersebut.
c) Menghemat
waktu, dimana penyampaian informasi atau ide-ide yang relevan akan menghemat
waktu audiens tanpa harus memeras otak mereka dan mengerutkan dahi.
d) Mempermudah
pekerjaan komunikator, dikarenakan penyampaian pesan disampaikan dengan
pengorganisasian yang baik sehingga dapat selesai lebih cepat dan hemat waktu.
Maka pekerjaan berjalan dengan baik, cepat, dan efisien. Inilah hal yang sangat
penting dalam dunia bisnis.
3.3 Keterampilan Merevisi Pesan
Pesan Bisnis
Menulis pesan-pesan bisnis sangatlah
berbeda dengan dan tidaklah semudah menulis pesan-pesan yang bersifat pribadi
(personal), seperti penulisan surat kepada orang tua, saudara sekandung, paman,
atau kawan akrab. Penulisan surat-surat pribadi dapat ditulis tanpa konsep atau
draf dan dapat menggunakan bahasa apa pun termasuk bahasa gado-gado atau
campuran sesuai dengan tujuan surat tersebut. Oleh karena itu, menulis
pesan-pesan bisnis tidak bisa sekali jadi.
Dalam pembuatan pesan-pesan bisnis
yang baik diperlukan proses pemikiran, tenaga dan waktu yang cukup. Berbahaya
bila penyampaian pesan-pesan bisnis cendrung dilakukan secara asal-asalan dan
ceroboh, baik dari sisi substansi isi pesan maupun format penulisannya. Pesan-pesan
bisnis diketahui mencakup pesan-pesan bisnis tertulis dan pesan-pesan bisnis
yang disampaikan secara lisan. Kedua bentuk pesan-pesan tersebut memiliki
persamaan dan perbedaan dari sisi format penulisan, gaya penulisan (writing
style), maupun cara penyampaiannya.
A. Pesan-pesan Bisnis Tertulis
Proses penulisan pesan bisnis
tertulis dimulai dari penulisan draft, kemudian dilakukan penelaahan lebih
lanjut dari sudut substansi suatu pesan maupun pengorganisasian, gaya (style)
bahasa yang digunakan, susunan kalimat, mekanik, format dan tata letak (layout)
penulisannya.
- Mengedit Isi, Pengorganisasian, dan Gaya
Penulisan
Untuk
mengevaluasi efektifitas suatu pesan-pesan bisnis secara menyeluruh dokumen
pelu terlebih dahulu dibaca dengan cepat (Skimming). Saat melakukan evaluasi
ada beberapa hal yang pelu mendapatkan perhatian antara lain: substansi suatu
pesan, pengorganisasian pesan, dan gaya penulisannya.
Pada
tahap awal pengeditan, perhatikan secara seksama pesan-pesan awal dan akhir,
karena pesan-pesan tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap audiens.
Perhatikan pembuka surat atau memo, apakah sudah relevan menarik dan mengundang
reaksi pembaca. Pada pesan yang lebih panjang, beberapa paragraf pertama
mencakup subjek, maksud, dan organisasi bahan.
Setelah
yakin dengan isi dan pengorganisasian suatu pesan bisnis, perhatikan gaya
penulisannya. Apakah pesan-pesan yang dibuat telah mengandung kata atau frase
yang mampu menghidupkan suatu pesan sehingga semakin menarik bagi audiens.
Kemudian disaat yang sama pastikan bahwa pesan-pesan yang disampaikan sudah
jelas, tidak membingungkan, dan mudah dipahami. Di samping itu, agar audiens
lebih mudah menangkap pesan-pesan yang dibuat, perlu dibuat judul, sub-sub
judul, identansi, huruf tebal, garis bawah, huruf miring, huruf bewarna, tabel,
gambar, dan sejenisnya.
- Mengedit Mekanik/Teknis Penulisan
Langkah
yang dilakukan berikutnya adalah melakukan pemgeditan dari sudut mekanik atau
teknis penulisan suatu pesan-pesan bisnis yang mencakup antara lain:
1)
Susunan
kalimat yang digunakan, sesuai atau tidak dengan kaidah kebahasaan yang ada,
sehingga mudah dipahami.
2)
Penggunaan
kapitalisasi secara tepat.
3)
Penulisan
tanda baca secara benar.
4)
Perhatikan
makna keutuhan suatu kalimat, sehingga makna kalimat teresbut dapat dipahami
dengan mudah.
5)
Perhatikan
terjadinya pengulangan kata yang tidak tepat dalam suatu kalimat.
Kesalahan mekanik dalam penulisan
pesan-pesan bisnis dapat mengganggu pemahan maksud dan tujuan penulisan
pesan-pesan bisnis tersebut, bahkan dapat berdampak pada memudarnya kepercayaan
dan citra suatu organisasi. Kesalahan Mekanis secara ekonomis berdampak pada
pemborosan waktu, tenaga, dan dana yang diperlukan untuk memperbaikinya.
- Mengedit Format dan Layout
Langkah
terakhir dalam mengedit pesan bisnis adalah mengedit format dan layout secara
keseluruhan. Di samping melakukan penelaahan terhadap tata bahasa, ejaan,
kesalahan-kesalahan tulis, dan tanda baca, format penulisannya juga tidak boleh
diabaikan begitu saja.
B. Pesan-pesan Bisnis Lisan
Pesan-pesan bisnis yang disampaikan
dalam bentuk lisan pun memerlukan pengecekan ulang, perbaikan atau pengeditan
seperlunya, sehingga suatu pesan bisnis dapat dipahami dengan baik. Meskipun
pesan-pesan bisnis disampaikan secara lisan, namu diperlukan juga kerangka
dasar (outline) tentang substansi pesan-pesan bisnis yang akan disampaikan.
Kegiatan pengeditan pesan-pesan bisnis lisan mencakup antara lain substansi
pesan yang disampaikan, pengorganisasiannya, dan gaya bahasa yang digunakan.
- Substansi Pesan
Langkah
pertama dan utama dalam melakukan pengeditan (editing) pesan-pesan bisnis
adalah mengedit substansi pesan yang akan disampaikan pada audiens.
1) Apakah
substansi (inti) pesan yang ingin disampaikan telah tercantum didalamnya?
2) Apakah
data pendukung (tabel, grafik, bagan, gambar, audio, audiovisual) juga sudah
tercantum di dalamnya?
- Pengorganisasian Pesan
Pengorganisasian
pesan-pesan bisnis yang akan disampaikan secara lisan mencakup tiga poin
penting, yaitu:
1) Pembuka
(Misalnya, salam pembuka, perkenalan diri)
2) Penyampaian
substansi pesan (misalnya, pengantar pesan dilanjutkan dengan substansi pesan)
3) Penutup
(misalnya, kesimpulan, saran, rekomendasi, implikasi)
- Gaya Bahasa
Gaya
bahasa yang digunakan dalam penyajian pesan-pesan bisnis secara lisan lebih
menarik dan dinamis daripada yang berbentuk tertulis karena cara penyampaiannya
yang lebih santai, luwes, dan tidak monoton. Di samping itu, melalui penyajian
secara lisan penerima pesan akan lebih mudah memahami maksud dan tujuan suatu
pesan yang ditunjukkan dengan penyampaian pesan-pesan secara langsung,
pesan-pesan nonverbal yang didukung dengan tampilan kata, huruf, gambar, bagan,
dan tabel dalam format animasi yang dinamis.
3.4 Pemilihan Kata Yang Tepat
Dalam Merevisi Pesan Pesan Bisnis
Pemilihan kata yang tepat adalah
penggunaan kata-kata tertentu untuk mencurahkan ide atau pikiran ke dalam
sebuah kalimat. Agar pesan yang terkandung dalam kalimat yang disampaikan
kepada orang lain dengan mudah dapat dimengerti, maka harus menggunakan
kata-kata dengan baik.
1)
Pilihlah
kata yang sudah familiar/dikenal
Dalam
menyampaikan pesan-pesan bisnis, gunakanlah kata-kata yang sudah dikenal, umum
dan lazim sehingga mudah dipahami oleh audiens. Jangan menggunakan kata-kata
atau istilah yang nampaknya mentereng, bombastis, tetapi justru hanya membuat
audiens bingung.
2)
Pilihlah
kata-kata yang singkat
Anda
perlu juga memilih kata-kata yang singkat dalam penyampaian pesan-pesan bisnis.
Kata-kata yang singkat, selain efisisen, juga mudah dipahami oleh audiens.
Meskipun pemilihan kata yang disingkat diperlukan, harus tetap diperhatikan
berbagai kaidah penulisan bahasa yang baik dan benar.
3)
Hindari
kata-kata yang bermakna ganda
Kata-kata
yang memiliki berbagai pengertian harus dihindari dalam penyampaian pesan-pesan
bisnis. Penggunaan kata-kata tersebut akan mengakibatkan terjadinya penafsiran
yang bermacam-macam. Akibat selanjutnya adalah kemungkinan tidak tercapainya
maksud penyampaian pesan-pesan bisnis.
3.5 Cara Membuat Kalimat Yang Efektif
dan Mengembangkan Paragraph
Penyusunan kata yang efektif
mempermudah pembaca mengerti isi pesan. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan
untuk menyusun kalimat, yaitu kesatuan pikiran, kesatuan susunan dan kelogisan.
Tiga
Jenis Kalimat
1) Kalimat
Sederhana: Suatu kalimat sederhana hanya memiliki sebuah subjek dan predikat.
Namun tidak menutup kemungkinan suatu kalimat dilengkapi dengan objek baik
langsung maupun tidak langsung
2) Kalimat
Majemuk: Kalimat majemuk berisi dua atau lebih klausa independen dan tidak
mempunyai klausa dependen. Klausa independen merupakan klausa yang dapat berdiri sendiri atau
mempunyai pengertian yang utuh, sedangkan klausa dependen adalah klausa yang
tidak dapat berdiri sendiri sehingga tidak memiliki klausa yang utuh.
3) Kalimat
Kompleks: Kalimat kompleks berisi sebuah klausa independen dan satu atau lebih
klausa dependen sebagian anak kalimat.
Cara
Mengembangkan Paragraf
Secara umum ada dua pendekatan yang
dapat digunakan untuk mengembangkan paragraf yaitu pendekatan induktif dan
deduktif. Pendekatan yang akan Anda pilih sangat tergantung pada subjek Anda,
maksud audiens dan maksud suatu pesan.
- Ilustrasi
Untuk
mengembangkan suatu paragraf dapat digunakan suatu ilustrasi atau contoh yang
dapat memberikan gambaran terhadap ide atau gagasan umum. Pemberian contoh
terhadap topik bahasan yang relevan akan memberikan gambar yang lebih jelas dan
mudah dipahami oleh audiens.
- Perbandingan (Persamaan dan
Perbedaan)
Mengembangkan
suatu paragraf dapat dilakukan dengan cara membandingkan persaman atau
perbedaan terhadap suatu pemikiran dengan pemikiran yang lain. Cara
pengembangan seperti ini tentunya memerlukan wawasan berpikir yang luas bagi
penyampai pesan-pesan bisnis.
- Pembahasan Sebab-Akibat
Ketika
mengembangkan suatu paragraf, Anda harus memfokuskan perhatian pada
sebab-akibat suatu masalah.
- Klasifikasi
Pengembangan
paragraf dengan cara pengelompokan ide-ide umum kedalam ide-ide khusus
(klasifikasi) akan mempermudah pemahaman bagi pengirim pesan maupun penerima
pesan.
- Pembahasan Pemecahan Masalah
Maksud
dari pembahasan pemecahan masalah adalah menyajikan masalah kemudian
menjelaskan cara pemecahan masalah tersebut. Cara ini mampu memberikan latihan
analitis yang sangat diperlukan bagi seseorang dalam pengambilan
keputusan-keputusan penting bagi suatu organisasi.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Revisi merupakan langkah terakhir
dalam mengembangkan pesan-pesan bisnis secara efektif. Setiap pesan bisnis
perlu diedit baik menyangkut masalah isi dan pengorganisasiannya, gaya
penyampaiannya, maupun format penulisannya.
Pesan-pesan bisnis merupakan salah
satu hal yang sangat vital dalam proses pelaksanaan bisnis, karena di dalamnya
terkandung informasi-informasi yang dapat dijadikan sumber referensi perusahaan
dalam melaksanakan aktivitas bisnisnya. Tak jarang bentuk pesan bisnis tersebut
terjadi kesalahan atau ketidaksesuaian sehingga menimbulkan banyak hambatan
informasi. Oleh karena itu, bertindak untuk merevisi pesan-pesan bisnis
tersebut adalah cara yang terbaik untuk dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA
- Purwanto, Djoko. 2006. Komunikasi Bisnis, Jakarta: Erlangga.
- Forsagita (2015). Pengorganisasian pesan-pesan bisnis. (http://eforsagita931994.blogspot.co.id/2015/06/pengorganisasian-pesan-pesan-bisnis.html). Diakses 10 Juni 2015
- https://vianisilv.wordpress.com/2015/04/30/152/
Komentar
Posting Komentar